Sekjen Barikade Kaltim Nilai Adanya Pelaporan dari Kuasa Hukum Rudy-Seno Sudah Tepat dan Sesuai

Terbit: 21 Oktober 2024

Sekjen Barikade Kaltim
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barikade Kalimantan Timur (Kaltim), Tino Heidel Ampulembang.(Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Barikade Kalimantan Timur (Kaltim), Tino Heidel Ampulembang menilai bahwa pelaporan yang dilakukan Tim Hukum Pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji sudah tepat dan sesuai.

Diketahui saat ini di “Benua Etam” sedang hangat-hangatnya mengenai adanya pelaporan dari Tim Hukum Pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji tergait dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Andi Muhammad Akbar (AMA).

“Terkait statement M Akbar yang berujung pada pelaporan dirinya oleh kuasa hukum RM (Rudy Mas’ud) saya pikir sudah tepat dan sesuai,” tutur Tino Heidel Ampulembang, Senin 21 Oktober 2024.

Menurut pria yang juga karib disapa Tino Heidel tersebut di dalam berdemokrasi boleh saja melontarkan kritik terhadap siapa saja, akan tetapi itu harus sesuai koridornya.

Tegasnya, sebagai seorang Aktivis seharusnya bisa berada di tengah-tengah, dalam artian kritik yang dilontarkan sebagai ajang mengedukasi masyarakat kaltim.

Misalnya, dari Akbar harusnya juga mengkritik Isran Noor mengenai banyaknya lubang tambang yang masih menganga hingga menyebabkan nyawa melayang.

“Masyarakat hanya minta lubang tambang itu ditutup dan pelaku tambang ilegal ditangkap. Kenapa diam bukankah dia aktivis? Kalau dia bungkam ke salah satu paslon berarti patut diduga keras ini bukan aktivis tapi timses,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan jangan sampai bersembunyi di balik kata aktivis itu, karena ini bisa membuat malu aktivis lainnya, yang memang masih murni belum berposisi.

Maka dari itu dirinya sangat menyayangkan, ketika mengakui sebagai aktivis, tetapi tidak bisa memposisikan diri terlanjur kadung dengan kritik yang berujung fitnah.

“Saya pikir ini dia insan cendekia harusnya bisa lebih smart dalam melontarkan kritik. Harusnya bisa membedakan mana kritik mana ujaran kebencian atau fitnah,” imbuhnya.

(Don)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved