Prolog.co.id, Samarinda – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 tahun ini menjadi momen penting bagi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk meneguhkan semangat kebangkitan di berbagai sektor.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menekankan bahwa kebangkitan daerah harus seiring dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita harus mulai bergerak dengan transformasi ekonomi. Saat ini, pendapatan asli daerah sedikit lebih tinggi dari pendapatan bagi hasil daerah, menunjukkan adanya kemajuan,” ujar Sri Wahyuni pada Senin, (20/5).
Menurutnya, kebangkitan nasional perlu diikuti dengan upaya di daerah, terutama dalam pembangunan dan ekonomi. Berbagai kebijakan pendukung dan hilirisasi produk sudah disiapkan, termasuk implementasi dana karbon berbasis kinerja.
“Kami telah menyiapkan desain kebijakan yang mendukung hilirisasi beberapa produk. Ini adalah langkah yang belum pernah dilakukan di Indonesia, namun Kaltim sudah melaksanakannya,” tambahnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama 2024 telah mencapai 7,26 persen.
“Peningkatan ini jelas dipengaruhi oleh hadirnya Ibu Kota Nusantara,” sebut Sri.
Dalam upacara tersebut, Sri Wahyuni juga membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Budi Arie Setiadi, yang menekankan bahwa Harkitnas bertujuan untuk mengenang dan merayakan kebangkitan semangat nasionalisme, persatuan, dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Kita harus memperingati berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak perjuangan kemerdekaan. Sejarah Budi Utomo ini menjadi dasar peringatan Harkitnas untuk memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan,” ucapnya.
Kemudian, dirinya menambahkan, semangat nasionalisme ini adalah landasan dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi, serta mempererat persaudaraan guna mempercepat terwujudnya Indonesia Emas dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (mat)


