Prolog.co.id, Samarinda – Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim bakal memaksimalkan bantuan ekonomi untuk 600 kelompok usaha bersama (KUBE) selama 2024 hingga 2026.
Mengutip dari penjelasan di situs web Kementerian Sosial (Kemensos), KUBE merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan, KUBE terdiri atas 5 orang yang masuk ke dalam kategori miskin.
“KUBE erdiri dari 5 orang yang juga masuk kategori yang miskin,” ujar Andi Ishak belum lama ini.
Sebagai informasi, sampai saat ini pihaknya sudah berhasil menyalurkan bantuan ekonomi ke 80 KUBE. Bantuannya berupa modal kerja berbentuk bahan atau peralatan usaha dengan nilai Rp 20 juta per KUBE dan Rp 5 juta untuk masing-masing individu.
Pihaknya menegaskan bahwa bantuan ini diberikan tentu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat. Ini juga menjadi bentuk dukungan dari Pemprov Kaltim untuk mengentaskan kemiskinan.
“Selain program pemerintah pusat yang sudah ada seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako,” sambungnya.
Tercatat, ada 80 KUBE yang sudah disalurkan sampai saat ini. Menyebar di Kubar, Kukar, Kutim, Samarinda, dan Balikpapan.
“Untuk KUBE, kami targetkan 200 kelompok per tahun dengan sebaran 20 kelompok per kabupaten dan kota,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dinsos Kaltim juga menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kaltim untuk melaksanakan evaluasi terkait perkembangan usaha masyarakat. Dari situ, pemangku kepentingan terkait juga memberi fasilitasi dan pendampingan.
“Di antara mereka yang sudah kami bantu, sudah beberapa yang usahanya berkembang bahkan mereka mempekerjakan orang-orang yang masuk kategori miskin,” ujar Andi Ishak.
Kendati demikian, semua usaha yang mendapat bantuan itu tak serta-merta langsung berkembang pesat atau berhasil. Sejumlah faktor juga memengaruhi seperti persaingan pasar atau keterbatasan sumber daya.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, penerima manfaat dapat menjadi agen perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” tandasnya. (Gia)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


