Prolog.co.id, Samarinda – H-9 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, nampak kondisi Terminal Samarinda Seberang hingga kini belum dipadati para pemudik yang akan mudik dengan menggunakan mode transportasi darat tersebut.
Walaupun dalam pantauan sudah ada beberapa bus yang keluar masuk terminal dengan tujuan Kota Balikpapan hingga Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan tetapi belum menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan.
Salah seorang staf Terminal Samarinda Seberang, Andrew, menyampaikan bahwa dalam menyambut arus mudik lebaran pihaknya telah melakukan beberapa persiapan matang.
“Jadi untuk Terminal Samarinda Seberang sudah kita siapkan sekitar 50 armada bus dari empat perusahaan otobus, seperti dari Pulau Indah Jaya, Samarinda Lestari, Armas, dan DAMRI, untuk memenuhi akomodasi transportasi para pemudik,” ujar Andrew pada hari Senin (1/4).
Menurut Andrew, saat ini memang tingkat arus mudik masih berada dalam kondisi normal.
“Untuk armada yang beroperasi masih sekitar 6 hingga 7 bus perharinya, dan jumlah penumpang belum terlalu meningkatkan, maka dari itu kami memperkirakan akan terjadi peningkatan drastis menjelang dekat Lebaran,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, seperti pantauan di tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik Lebaran biasanya terjadi pada H-5 sebelum Lebaran dan meningkat lagi pada H+ setelah Lebaran.
“Makanya guna mengantisipasi lonjakan ini, Terminal Samarinda telah menyiapkan posko selama 16 hari, yang akan beroperasi dari dari H-7 hingga H+7 Idul Fitri, tentunya dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik kepada para masyarakat,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa kapasitas kursi bus di Terminal Samarinda telah mencapai 42 penumpang
“Selama masa Lebaran juga, kapasitas bus biasanya terisi penuh, sementara pada hari-hari biasa, jumlah penumpang berkisar 20-an orang, dan memang juga banyak pemudik yang memilih berlibur ke luar kampung selama masa Lebaran,” tandasnya. (Mat)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


