Tiga Sistem Zonasi SMA di Samarinda untuk Pemerataan Pendidikan Jangka Panjang

Terbit: 28 Mei 2023

Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru
Kepala MKKS Samarinda, Abdul Rozak menyebutkan kalau sistem zonasi adalah langkah pemerataan pendidikan jangka panjang. (istimewa)

Prolog.co.id, Samarinda – Sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diterapkan di Samarinda diyakini untuk pemerataan pendidikan jangka panjang. Meski tak dipungkiri, masih ada beberapa keluhan dari warga.

Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menerangkan kalau sistem zonasi nantinya akan dibagi menjadi tiga wilayah.

Dirincikan Kepala MKKS Samarinda, Abdul Rozak Setiap zona sekolah akan meliputi wilayah cakupan disekitarnya.

“Misal zona 1, meliputi SMAN 2 Samarinda, SMAN 16 Samarinda dan lain-lain. Kemudian ada zona 2 dan 3, diisi dengan sekolah-sekolah sesuai dengan cakupan wilayahnya,” ucap Rozak.

Selain terbagi menjadi tiga pembagian wilayah, zonasi PPDB nantinya juga akan memiliki dua model aturan.

Pertama yakni zonasi prioritas untuk mengakomodir peserta didik dengan jarak terdekat dari sekolah. Dan, kedua yakni zonasi menggunakan faktor kewilayahan.

“Untuk model pertama zona prioritas atau RT terdekat persentasenya 20% untuk penerimaan peserta didik, di sekolah yang dekat dengan rumahnya. Kemudian model kedua, yaitu zona wilayah. Persentasenya penerimaan peserta didik mencapai 45%, sesuai dengan zonasinya masing-masing,” tambahnya.

Pengaplikasian zonasi tersebut nantinya juga akan berpedoman dari nilai rapot para peserta didik.

“Alat ukurnya menggunakan rapot dari semester 2-6,” kata Rozak lagi.

Penerapan tiga sistem zonasi dengan dua model aturan ini diyakini Rozak merupakan terobosan untuk memeratakan pendidikan yang ada di Samarinda.

“Tujuan sistem zonasi itu bagus dari pemerintah karena berdampak untuk pemerataan pendidikan. Jadi siswa-siswi yang pintar tidak terkumpul di satu sekolah saja,” tutur Rozak.

Selain itu, mobilitas peserta didik juga menjadi lebih nyaman.

“Kalau ada sekolah yang dekat dengan rumah mereka, memudahkan juga kan,” tutup Rozak.

(ADV/Disdikbud Kaltim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved