Prolog.co.id, Samarinda – Upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda diyakini bisa melaui optimaslisasi pengelolaan e-parkir. Targetnya, PAD dari sektor parkir bisa mencapai angka Rp 4 milliar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Samarinda, Didi Zulyani menjelaskan dalam optimalisasi yang dilakukan, pihaknya masih berfokus pada pada 40 titik parkir yang telah ditetapkan menjadi kawasan e-parking sejak tahun 2022 lalu. Namun, akan lebih menitik beratkan dalam pengawasan.
“Tahun ini kami ada penerapan pola baru tetapi masih berfokus pada 40 titik e-parkir yang ada. Pola optimalisasi ini nantinya akan ada aplikasi yang mengarah ke pengawasan. Jadi bukan hanya soal e-parkir saja tapi lebih menekankan pengawasannya,” jelasnya.
Pengoptimalan e-parkir yang menitik beratkan pengawasan ini ditujukan untuk mengantisipasi kebocoran PAD di sektor tata kelola parkir. Setiap kendaraan menggunakan lahan parkir pengelolaan Pemkot Samarinda plat kendaraan akan terdata dalam aplikasi pengawasan.
“Jadi nanti jukir wajib mendata plat nomor kendaraan yang parkir dengan sistem aplikasi yang sudah dijalankan,” sebut Didi.
Dirinya optimis dengan pengoptimalan tata kelola parkir ini dapat mendongkrak PAD Samarinda. Diyakini peningkatan bisa mencapai dua kali lipat dari PAD sektor parkir pada tahun 2022 lalu. Sebasar, Rp 4 miliar.
“Jadi dengan sistem aplikasi dan pengawasan diharapkan mampu mencegah terjadinya kebocoran. Pola ini semoga bisa meningkatkan PAD, tergetnya lebih besar dari tahun lalu. Semoga bisa mencapai Rp 4 miliar,” harap Didi.
Untuk sistem pembayaran parkir, lanjut Didi, nantinya pun bisa bertransaksi melalui uang elektronik. Sebab, para jukir binaan Dishub Samarinda turut dilengkapi mesin pembayaran non tunai.
“Untuk pembayarannya juga bisa menggunakan e-money. Kami akan fokus dalam optimalisasi ini, namun jika sudah berjalan baik dan memang perlu ada penambahan tentu akan kami tambah (titik parkir),” tutup Didi.
(Redaksi Prolog)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


