Usulan Penangkaran Buaya di Labuan Cermin Mengemuka, DPRD Kaltim Minta Kajian Matang

Terbit: 16 Desember 2025

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah.

Prolog.co.id, Samarinda – Aspirasi masyarakat pesisir kembali mengemuka dalam pembahasan pembangunan daerah, salah satunya terkait rencana pembangunan penangkaran buaya di kawasan Labuan Cermin, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Isu ini mencuat seiring meningkatnya kekhawatiran warga dan pelaku usaha wisata terhadap keberadaan buaya di sekitar kawasan wisata.

Persoalan tersebut dinilai tidak hanya menyangkut satwa liar, tetapi juga berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat, keberlangsungan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta masa depan sektor pariwisata Berau yang terus berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Kaltim.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syarifatul Sya’diah mengatakan, keberadaan buaya di sekitar kawasan wisata telah memicu kekhawatiran, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.

Kondisi itu turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata dan jasa pendukung.“Usulan pembangunan penangkaran buaya ini perlu dikaji secara matang, mulai dari penentuan lokasi, kebutuhan anggaran, hingga manfaat riil yang bisa dirasakan masyarakat,” ujar Syarifatul.

Menurutnya, penanganan persoalan buaya harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang berimbang dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan manusia, kelestarian satwa, serta keberlanjutan ekonomi lokal.

Ia menekankan, langkah yang diambil tidak boleh bersifat reaktif, melainkan berbasis perencanaan dan kajian yang komprehensif. Dengan perencanaan yang tepat, penangkaran buaya berpotensi menjadi solusi jangka menengah yang tidak hanya menjawab persoalan keamanan.“Jika dirancang dengan baik, penangkaran buaya juga bisa dikembangkan sebagai objek wisata edukatif,” katanya.

Meski demikian, Syarifatul mengingatkan agar peluang tersebut dipertimbangkan secara realistis. Ia menilai, dalam kondisi fiskal yang menuntut kehati-hatian, setiap program pembangunan harus memiliki nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menilai aspirasi ini mencerminkan harapan warga agar pembangunan pariwisata tidak semata mengejar angka kunjungan, tetapi juga menjamin rasa aman dan kenyamanan.“Pariwisata berkelanjutan hanya bisa tumbuh jika masyarakat merasa dilindungi dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan,” tutupnya.

Dengan pendekatan yang tepat, rencana penangkaran buaya di Labuan Cermin diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana aspirasi masyarakat direspons secara bijak dengan menggabungkan aspek keamanan, ekonomi, dan lingkungan dalam satu kebijakan yang berpihak pada rakyat.

(Nur/Adv)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

bisnis

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved