Search
Close this search box.
Search
Close this search box.

Wacana Alihkan Subsidi Penerbangan Perintis di Kaltim ke APBD

Pemprov Kaltim berencana mengalihkan sebagian subsidi penerbangan perintis ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Wacana ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di daerah-daerah terpencil di Kaltim.

Terbit: 19 Januari 2024

penerbangan perintis kaltim
Penerbangan perintis ke wilayah perbatasan di Kalimantan Timur. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Penerbangan perintis ke wilayah perbatasan di Kalimantan Timur (Kaltim) selama ini bergantung pada subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, ada wacana untuk mengalihkan sebagian subsidi tersebut ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.

Wacana tersebut salah satunya didorong oleh keinginan untuk mendukung program pembangunan dan pemberdayaan daerah, khususnya di daerah-daerah terpencil atau remote area. Selain itu, subsidi angkutan udara penumpang juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di Kaltim.

Penerbangan perintis di Kaltim sendiri, melayani beberapa rute di antaranya, Samarinda – Long Apung (Malinau Kaltara), Samarinda – Datah Dawai (Mahakam Ulu), Datah Dawai – Melak, Samarinda – Maratua, Maratua – Berau, dan Samarinda – Kongbeng (Kutai Timur).

Kepala Bidang Pengembangan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim Heru Santosa menjelaskan, subsidi angkutan udara penumpang penerbangan perintis memang sempat didanai APBD Kaltim. Namun, sejak kewenangan penyelenggaraan penerbangan udara diambil alih oleh pemerintah pusat pada tahun 2014, subsidi angkutan udara penumpang penerbangan perintis sepenuhnya didanai oleh APBN.

“Sejak ada regulasi itu, kami di provinsi tidak bisa lagi menganggarkan subsidi angkutan udara. Karena tidak ada lagi kewenangannya di kami, TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) juga ketat soal itu,” ungkap Heru.

Pihaknya kini hanya mampu mengajukan usulan rute dan jumlah frekuensi penerbangan kepada Kementerian Perhubungan. Alokasi anggaran subsidi angkutan udara penumpang penerbangan perintis dari APBN sendiri, sekitar Rp 19 – 20 miliar per tahun.

Kendati demikian, Heru mengatakan, Dishub Kaltim berencana untuk mengajukan usulan pembiayaan subsidi angkutan udara dari APBD. Terutama untuk subsidi angkutan udara barang ke daerah-daerah remote area di Kaltim.

“Kami mengusulkan adanya subsidi barang melalui APBD, mempertimbangkan besarnya disparitas harga di daerah pedalaman. Dengan subsidi angkutan udara barang semoga bisa membantu, tapi sebelum itu tentu butuh koordinasi dengan OPD terkait,” terang Heru.

Wacana pembiayaan subsidi angkutan udara barang itu, menurut Heru masih dimungkinkan dengan alasan mendukung program daerah dalam kegiatan tertentu. Selama tidak melangkahi regulasi penyelenggaraan penerbangan yang dipegang Pemerintah pusat.

“Saya dengar kalau untuk mendukung program OPD lain, bisa. Misal membantu Disperindagkop atau Biro Ekonomi untuk menekan inflasi. Tapi kebenarannya apa, rujukannya apa, butuh verivikasi. Kami masih menyiapkan kajiannya. Tapi melihat contoh di Kaltara itu bisa penyaluran APBD untuk subsidi ongkos angkut,” tambah Heru.

Wacana lain yang diusulkan adalah, mendanai subsidi angkutan udara penumpang Berau –Maratua melalui APBD dalam upaya mendukung program kepariwisataan. Rencana itu, sudah dibahas bersama oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melibatkan pihak airlines swasta.

Dikatakan Heru, intervensi pemerintah daerah diperlukan dalam mendukung program pembangunan. Contoh itu sudah dilakukan Pemkab Kutai Barat yang menjalin kerja sama sengan pihak swasta untuk membuka kembali rute penerbangan Balikpapan – Melak yang sempat macet karena Pandemi COVID-19.

“Sedang dalam pembahasan juga, Pemkab Toraja menjalin kerja sama dengan airlines untuk membuka rute penerbangan Toraja- Balikpapan. Jadi memang ada celah itu, melalui APBD bisa mendanai, membantu membuka konektivitas daerah melalui transportasi penerbangan,” tutupnya. (Day)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved