Prolog.co.id, Samarinda – Di beberapa ruas jalan di Kota Tepian, masih sering dijumpai anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng). Dua entitas ini disebut-sebut bukanlah warga Samarinda, namun merupakan pendatang yang memanfaatkan kebaikan hati warga Kota Tepian.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti pun angkat bicara terkait permasalahan ini. Ia meminta semua pihak terkait untuk lekas mencari solusi agar persoalan tersebut bisa selesai. Karena dikatakannya, keberadaan anjal dan gepeng dari luar Samarinda ini tentu meresahkan masyarakat.
Dia melanjutkan, Pemkot Samarinda harus bisa serius dan mengambil langkah tegas menyikapi persoalan tersebut.
“Masa mau dibiarkan terus, ada orang yang masuk dan bebas melanggar aturan yang sudah ada,” tegas Damayanti.
Damayanti mengusulkan agar Pemkot Samarinda tidak bekerja seorang diri. Namun bisa melibatkan pihak-pihak lain seperti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Samarinda.
Untuk mengatasi masalah ini, ia mendorong agar arus masuk pendatang ke Samarinda bisa mendapat perhatian serius. Sehingga pendatang yang tiba di Samarinda bisa lebih menghormati aturan yang ada di Kota Tepian.
“Jika tidak ditangani, ke depan Samarinda akan dikenal sebagai destinasi bagi mereka yang hendak menjadi anjal dan gepeng,” lanjutnya.
Damayanti menyinggung soal keberadaan anjal dan gepeng yang sebagian di antaranya memang terorganisir dengan beberapa pihak yang menjadi coordinator di baliknya. Karena itu, Ia meminta peran serta semua pihak untuk turut terlibat dalam penanganan anjal dan gepeng di Samarinda. (Att/Adv/DprdSamarinda)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


