Prolog.co.id, Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda akan terus berusaha mendorong Pemkot Samarinda untuk memberikan akses pendidikan penuh kepada seluruh masyarakat di Kota Tepian. Salah satu bentuk dorongan yang dilakukan adalah meminta Pemkot Samarinda untuk mengawasi berbagai praktik yang dilakukan pihak sekolah yang dianggap memberatkan orang tua siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mencontohkan beberapa praktik yang dimaksudkan. Mulai dari penjualan buku sekolah, seragam, hingga penarikan iuran-iuran yang bersifat memaksa.
“Kalau tidak ditangani, yang seperti itu bisa menyebabkan anak-anak tidak lanjut sekolah. Karena tidak ada biaya untuk memenuhi kebutuhan yang ditetapkan sekolah,” terang Puji.
Ia menambahkan, pemerintah semestinya bisa menyediakan kebutuhan buku belajar bagi anak-anak yang dititipkan di perpustakaan sekolah. Sehingga setiap tahunnya, orang tua atau wali murid tidak lagi dibebani dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli buku.
Selain itu, ia mendorong agar Pemkot Samarinda bisa mengawasi sekolah-sekolah yang memaksakan agar siswa-siswa mereka bisa membeli seragam di sekolah. Karena, tak semua orang tua memiliki kemampuan ekonomi yang sama, antara satu dengan yang lainnya.
“Sekolah semestinya bisa menjadi ruang untuk mendidik, bukan memaksa siswa beli ini beli itu,” sambungnya.
Puji juga berharap, pihak sekolah bisa memberikan solusi bagi anak-anak yang tidak sanggup membeli kebutuhan dasar seperti seragam sekolah, dan buku pelajaran. (Att/Adv/DprdSamarinda)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


