Prolog.co.id. Samarinda – Kemiskinan ekstrem masih jadi salah satu persoalan serius di Samarinda. Kemiskinan ekstrem juga memberikan dampak dari akses pendidikan, yang sulit diperoleh anak-anak yang berasal dari keluarga terkategori miskin esktrem.
Untuk itu, Pemkot Samarinda menawarkan solusi melalui program Orang Tua Asuh. Wakil Ketua DPRD Samarinda, Rusdi menerangkan dari hasil pendataan sudah ditemukan ada 37 anak yang memerlukan Orang Tua Asuh. Rusdi mengingatkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda untuk lebih serius dalam melakukan pendataan.
“Pendataanya harus valid, dengan memperhatikan layak atau tidaknya anak-anak ini mendapat pendidikan. Statusnya sebagai orang tidak mampu harus bisa dibuktikan untuk mendapatkan program ini,” terangnya.
Permintaan tersebut disampaikannya, karena ia kerap menerima aduan adanya anak yang berasal dari keluarga mampu, namun menerima bantuan. Padahal semestinya, bantuan tersebut diberikan kepada anak-anak lain yang memang layak untuk menerima,
“Jadi bukan kita pilih-pilih dalam memberikan bantuan. Namun bantuan yang ada juga terbatas, bagaimana bantuan yang terbatas ini bisa diberikan kepada yang benar-benar butuh. Itu yang harus dilakukan dengan pendataan,” lanjutnya.
Sementara itu, data terakhir yang dimiliki Pemkot Samarinda menyebutkan masih ada lebih dari 6.900 jiwa masyarakat yang tergolong sebagai masyarakat dengan kategori miskin ekstrem. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun 2022, di mana saat itu jumlah kemiskinan dan kemiskinan esktrem di Samarinda mencapai 9.032 jiwa. (Att/Adv/DprdSamarinda)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


