Pentingnya Pendidikan Agama untuk Cegah Kenakalan Remaja

Terbit: 15 Februari 2024

Pendidikan Agama
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Kasus pembunuhan satu keluarga di Penajam Paser Utara (PPU) turut mendapatkan perhatian dari DPRD Samarinda. Berkaca dari kejadian itu legislator Basuki Rahmat menyampaikan pesannya.

Wakil Ketua Komisi IV, Sani Bin Husain mengatakan, pendidikan agama sangat kurang, menurutnya di agama Islam tidak diperbolehkan berpacaran, karena itu mengundang zina, dan masyarakat perlu memberi pendidikan agama kepada anak.

“Itu pendidikan agama yang kurang, masyarakat kurang memberikan ajaran agama dan anak-anak harus dimasukkan seperti pesantren,” ucapnya pada Selasa, 13 Februari 2024.

Ia juga mengimbau kepada anak-anak, agar tidak pacaran dan bisa fokus ke pendidikan terlebih dahulu, seperti ikut majelis, absyi dan pengajian taklim.

“Dari pada pacaran gak jelas seperti itu mending fokus ke pendidikan agama, biar tidak terjadinya pembunuhan seperti itu, berawal dari bawaan cinta, sampai membunuh 5 orang,” tuturnya.

Sani berharap, penegakan hukum tidak perlu memandang bulu, serta memberi tindak tegas kepada pelaku, yang mana masih duduk di bangku SMK berstatus anak yang berhadapan dengan hukum lantaran masih di bawah umur.

“Kasus tersebut menurut saya tidak perlu negosiasi, harus ditindak lanjuti, dan saya berharap peristiwa tersebut tidak terjadi,” tutupnya. (Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved