Prolog.co.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, menyampaikan kekhawatirannya terkait kelanjutan proyek terowongan di kawasan Jalan Sultan Alimudin.
Politisi PDI Perjuangan ini meminta agar Pemkot Samarinda bisa lebih getol dalam proyek dengan skema Multi Years Contract (MYC). Mengingat proyek terowongan dengan kurun waktu tiga tahun tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
“Kami dari Komisi III mempertanyakan kelanjutan proyek strategis milik Pemerintah Kota Samarinda ini. Proyek senilai Rp 395 miliar tersebut seharusnya sudah dikebut sejak tahun 2022 dan seharusnya akan selesai sesuai target di tahun ini,” ungkap Angkasa, Kamis (7/3).
Proyek terowongan yang digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk mengurai kemacetan di menuju Jembatan Achmad Amins ini pun dianggap Angkasa masih meninggalkan beberapa catatan.
“Kami belum menerima pemenuhan ANDALALIN (Analisis Mengenai Lalu Lintas Jalan) dari Dishub, dan penting juga untuk melakukan analisis dampak lalu lintas dalam pembangunan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat persoalan terkait tembusan terowongan di segmen Jalan Kakap yang masih menjadi perdebatan antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami ingin memastikan apakah persoalan ini sudah terselesaikan dengan baik, karena seharusnya terowongan ini sudah selesai dibangun pada bulan September mendatang,” tegasnya. (Nng/Adv/DPRD Samarinda)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


