DPRD Samarinda Sebut Perlu Tindakan Tegas Terhadap Penjual BBM Eceran

Terbit: 7 Mei 2024

BBM Ecer
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Markaca.(Nng/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Polemik terkait risiko penjualan BBM ecer atau yang kerap disebut petamini rupanya masih sering menjadi perbincangan bagi DPRD Samarinda. Sebab, pertamini dianggap berpotensi mengancam keselamatan, khususnya musibah kebakaran.

Markaca, anggota Komisi III DPRD Samarinda menjadi satu di antara legislator Kota Tepian yang menyotori risiko pertamini. Ia menyebut, risiko keamanan yang meningkat akibat penjualan BBM eceran yang semakin umum, termasuk Pertamini dan penjual botolan di Kota Tepian.

“Kita dihadapkan pada sebuah isu kritis yang berpotensi mengancam keamanan warga dan tidak boleh dianggap enteng,” kata Markaca.

Ia menyoroti bahwa situasi ini diperburuk oleh operasi Pertamini yang tidak mematuhi standar keamanan yang ditetapkan, termasuk masalah seperti kedekatan antar unit Pertamini, penyimpanan BBM yang tidak sesuai, serta minimnya pemahaman mengenai prosedur keselamatan kebakaran.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Gerindra ini mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk segera melakukan peninjauan komprehensif atas operasional Pertamini.

Kebakaran yang disebabkan oleh penjualan BBM eceran tidak hanya berpotensi merusak properti, tetapi juga bisa menyebabkan kehilangan nyawa.

“Pemerintah perlu bertindak tegas dan mengimplementasikan regulasi dengan serius, serta memberikan sanksi pada Pertamini yang tidak memenuhi kriteria keamanan demi menjaga keselamatan publik,” tutupnya. (Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved