Prolog.co.id, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan dengan meluncurkan berbagai program strategis. Langkah ini sejalan dengan komitmen nasional untuk mencapai target pengentasan kemiskinan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan tim penanggulangan kemiskinan yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso. Tim ini melibatkan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), serta Dinas Sosial (Dinsos).
Namun dalam implementasinya, Pemkot Samarinda menghadapi dua tantangan utama, yakni kurangnya data yang akurat dan valid, serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti kendala data yang menghambat efektivitas program penanggulangan kemiskinan.
“Permasalahan data ini menjadi kendala besar. Kita memerlukan data yang akurat dan terkini untuk mengidentifikasi jumlah penduduk miskin serta sebarannya di Samarinda,” ungkap Puji.
Puji juga mencermati kekurangan SDM di Dinas Sosial (Dinsos), yang kekurangan 27 pegawai untuk menangani berbagai permasalahan sosial di Samarinda. Hal ini dianggap dapat menghambat penyaluran bantuan dan pelaksanaan program-program pengentasan kemiskinan.
Oleh karena itu, Puji mendorong Pemkot Samarinda untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan paguyuban dan pemerintah daerah lainnya guna memperkuat sinergi dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Ia juga mengusulkan pembangunan tempat penampungan bagi anak jalanan (anjal) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar.
Meski dihadapkan pada tantangan besar, upaya Pemkot Samarinda dalam memerangi kemiskinan patut diapresiasi. Namun, untuk mencapai hasil maksimal, perbaikan sistem pendataan dan penambahan SDM yang kompeten di bidang penanggulangan kemiskinan menjadi kunci utama.
“Kerjasama lintas sektor diharapkan dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas dari berbagai program yang telah dirancang,” pungkasnya.
(Nng/Adv/DPRD Samarinda)


