Pandangan Sekolah Unggulan Masih Melekat di Masyarakat, Deni Hakim: Padahal Tidak Ada yang Namanya Sekolah Unggulan

Terbit: 4 Juli 2024

Sekolah unggulan
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Nng/prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Sekolah unggulan rupanya masih mengakar di sebagian pandangan orang tua peserta didik di Samarinda. Banyak orang tua yang mendaftarkan anak mereka ke institusi yang dianggap terbaik, padahal setiap sekolah merupakan wadah pendidikan yang setara saat ini.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar pun angkat bicara terkait pola pikir sekolah unggulan yang masih melekat di sebagian masyarakat Kota Tepian. Menurutnya, semua sekolah memiliki kemampuan yang sama dalam memberikan pendidikan berkualitas.

“Masih ada pandangan tentang sekolah unggulan dan non-unggulan, dan itu yang membuat masyarakat ingin memasukkan anak-anak mereka ke sekolah unggulan,” kata Deni.

Deni menegaskan bahwa istilah sekolah unggulan sebenarnya tidak ada secara resmi. Label ini hanya diberikan oleh sebagian orang dan tidak seharusnya menjadi acuan dalam memilih sekolah.

“Padahal tidak ada yang namanya sekolah unggulan, hanya disematkan oleh sebagian orang saja dan tidak menjadi keharusan untuk masuk di sekolah tersebut,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap sekolah memiliki potensi yang sama dalam mendidik siswa-siswinya. Yang paling penting adalah bagaimana sekolah tersebut mampu memberikan pendidikan berkualitas.

“Kita ingin menghilangkan pandangan itu, artinya tidak ada yang namanya sekolah unggulan dan semuanya sama, hanya tergantung bagaimana sekolah itu bisa mendidik siswanya,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih sekolah. Fokus utama seharusnya bukan pada label unggulan, melainkan pada kualitas pendidikan yang ditawarkan.

Menurutnya, pendidikan yang baik bisa didapatkan di semua sekolah jika dikelola dengan baik dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pengajaran.

Dengan demikian, pandangan tentang sekolah unggulan perlu dihapus agar tidak ada lagi diskriminasi dalam sistem pendidikan. Semua sekolah layak diakui kemampuannya dalam memberikan pendidikan berkualitas.

“Kesimpulannya, perubahan pandangan masyarakat terhadap sekolah unggulan sangat diperlukan. Hal ini demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata bagi semua siswa di Kota Samarinda,” tutupnya.

(Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved