DPRD Samarinda Tingkatkan Pengawasan Sekolah untuk Pastikan Kualitas Pendidikan

Terbit: 25 Juli 2024

DPRD Samarinda
Wakil Ketua Komisi IV, Sani Bin Husain. (Nng/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Dalam upaya memastikan pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di Kota Samarinda, DPRD Samarinda secara rutin memantau dan mengawasi kinerja sekolah-sekolah di ibukota Kalimantan Timur. Langkah ini diakui oleh Wakil Ketua Komisi IV, Sani Bin Husain, yang menekankan pentingnya koordinasi intensif antara dewan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.

Sani menjelaskan, setiap kali menerima laporan dari masyarakat atau pihak sekolah, DPRD segera berkoordinasi dengan Disdikbud untuk menindaklanjuti aduan tersebut.

“Setiap aduan yang masuk ke dewan kami tindak lanjuti dengan memeriksa terlebih dahulu ke Disdikbud. Kemudian, Disdikbud akan melakukan verifikasi langsung ke sekolah yang bersangkutan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pengawasan rutin, Komisi IV juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah untuk mengevaluasi secara langsung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, terutama di sekolah-sekolah yang menghadapi masalah atau yang dilaporkan oleh masyarakat.

“Menangani masalah di sekolah tidak bisa dilakukan secara sepihak. Misalnya, tahun lalu kami mengunjungi beberapa sekolah dengan melibatkan Disdikbud. Masalah-masalah tersebut akhirnya dapat diselesaikan,” tambah Sani.

Sebagai seorang guru, Sani memahami betul tantangan yang dihadapi oleh para pendidik. Ia menyoroti pentingnya peran guru dalam mengatasi berbagai permasalahan di sekolah dan mengajak para guru untuk lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi siswa yang mungkin menunjukkan perilaku menyimpang.

“Anak-anak masih dalam proses belajar, jadi penting untuk bersabar dan tidak langsung marah. Jika kita menunjukkan ketidaksabaran, mereka bisa menjadi putus asa,” tegasnya.

Sani juga mengingatkan bahwa tidak adil untuk langsung menyalahkan guru ketika muncul masalah di sekolah.

“Setiap situasi memiliki konteks yang berbeda. Faktor-faktor lain seperti kondisi emosional guru atau siswa bisa mempengaruhi situasi tersebut,” tutupnya.

(Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved