Prolog.co.id, Tenggarong – Pemungutan Suara Ulang (PSU) menjadi hasil akhir dari sengketa politik di Kutai Kartanegara (Kukar). Sosok pengganti Edi Damansyah pasca diskualifikasi kini menjadi tanda tanya dalam kontestasi politik Kukar pada 60 hari mendatang.
Kemenangan pasangan Edi-Rendi yang sebelumnya mampu meraup 259.489 suara tertera dinyatakan gugur dalam amar putusan Nomor 195/PHPU.BUP-XXIII/2025. Putusan itu disidangkan dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pada 24 Februari 2025 lalu.
Tak hanya menggugurkan kemenangan, Mahkamah Konstitusi (MK) juga menginstruksikan untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam 60 hari mendatang. Kontestasi itu pun dilakukan tanpa adanya Edi Damansyah.
Sosok pengganti Edi Damansyah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara 2024 masih menjadi teka-teki. Kemenangan pasangan Edi-Rendi yang mampu meraup 259.489 suara rupanya terjegal setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengistruksikan
PSU yang akan digelar dalam 60 hari mendatang akan menjadi tantangan besar bagi partai politik pasangan Edi-Rendi. Sebab, pertarungan politik nantinya tanpa sosok kuat Edi Damansyah.
Putusamn MK yang menggugurkan kemenangan Edi-Rendi, membuat partai-partai dalam koalisi pasangan nomor urut 1 ini kembali merapatkan barisan. Meski tanpa Edi Damansyah sebagi tokoh utama di kontestasi ulang, koalisi berkomitmen untuk kembali berjuang bersama Rendi Solihin.
Koalisi partai pendukung Edi-Rendi meyakini jika hasil Pilkada 27 November 2024 yang meraih kemenangan di atas 65 persen bukan sekadar angka. Melainkan menjadi bukti nyata kepercayaan Masyarakat dan dapat dijadikan acuan kuat dalam PSU.

“Keputusan MK sudah kita terima, dan hasilnya adalah PSU. Kami, sebagai bagian dari koalisi Edi-Rendi, menegaskan tetap solid dalam barisan perjuangan ini. Siapapun yang nantinya ditunjuk menjadi pendamping Rendi Solihin, kami tetap akan memberikan dukungan penuh,” kata Ketua DPD Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kukar, Suriadi,
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada petunjuk teknis (juknis) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai mekanisme pencalonan dalam PSU, termasuk apakah Rendi Solihin bisa langsung maju sebagai calon bupati. Namun, ia menegaskan bahwa apapun keputusan yang diambil, koalisi tetap memberikan dukungan penuh kepada Rendi Solihin, yang diyakini mampu memimpin Kukar.
“Siapapun pendampingnya nanti, koalisi ini akan tetap solid dan bergerak bersama,” tegasnya.
Hasil Survei Rendi Solihin Masih Kuat di Kutai Kartanegara
Berpatokan dengan beberapa hasil survei yang dilakukan koalisi partai politik Edi-Rendi, Suriadi menyebut jika elektabilitas Rendi Solihin pun masih sama kuatnya. Berada di atas 50 persen.
Berdasarkan hasil survei dan hasil Pilkada 27 November 2024 lalu, Suriadi yakin kemenangan di PSU tetap dalam jangkauan.
“Pada Pilkada sebelumnya, kemenangan Edi-Rendi mencapai lebih dari 65 persen. Kini, meskipun terjadi perubahan formasi, kami tetap yakin bisa mengulang kemenangan itu. Jika Pak Edi Damansyah masih menjadi figur kuat yang memberikan endorsement, kami percaya dukungan masyarakat tidak akan berubah,” katanya.
Di tengah situasi politik saat ini, Suriadi yakin jika partai koalisi tetap solid, seperti partainya yang tetap mendukung penuh Rendi Solihin menghadapi PSU. Namun, untuk sosok pendamping Rendi dalam pertarungan ulang hingga kini belum diungkapkannya.
Ketiga partai koalisi yang mendukung Edi-Rendi yakni PDI-P, Gelora dan Demokrat masih membahas sosok yang akan maju dalam PSU mendangan. Pun demikian dengan manuver politik lainnya.
“Kami mash menunggu dulu sambil mendiskusikan. Kami juga akan bicarakan dengan PDIP, mencari sosok, tapi belum ada pembicaraan (sosok pengganti Edi Damansyah),” tutup Suriadi. (Day)


