Prolog.co.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, kembali menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengawal pelaksanaan program pendidikan di daerah. Dalam siniar (podcast) RRI Samarinda bertajuk “DPRD Kaltim Dukung Program Pembangunan Pendidikan GratisPol”, Ananda menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, dan partisipasi publik.
Menurutnya, program GratisPol bukan hanya sekadar janji kampanye, melainkan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan yang inklusif dan berkualitas di Kaltim.
“Program ini harus benar-benar dikawal. Pengawasan bukan hanya tugas DPRD, tapi seluruh elemen masyarakat. Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama demi kemajuan pendidikan di Kaltim,” ujar Ananda.
Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menjelaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan sesuai arah RPJMD, termasuk dengan menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) agar implementasinya di lapangan lebih terarah dan berkeadilan.
Ia menilai pemerataan akses pendidikan merupakan langkah fundamental untuk mencetak generasi yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya itu, Ananda juga menekankan pentingnya kesetaraan pendidikan bagi perempuan.
“Semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, harus punya hak yang sama untuk belajar dan berkembang. Pendidikan adalah pintu utama menuju masa depan yang setara,” tegasnya.
Ananda menambahkan, pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun karakter dan memperkuat ketahanan sosial.
“Generasi penerus adalah aset terbesar bangsa ini. Karena itu, memastikan mereka tumbuh dengan pendidikan dan gizi yang baik berarti kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih tangguh,” pungkasnya.
(Nng/Adv/DPRDKaltim)


