DPRD Samarinda Ajak Peningkatan Literasi dengan Fasilitas dan SDM Baru

Terbit: 18 Juli 2024

literasi
Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda. (Nng/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, baru-baru ini mengungkapkan beberapa masalah yang dihadapi dalam usaha meningkatkan literasi di kota ini. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bareng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Samarinda, dia bilang kalau masalah utama adalah kurangnya tenaga kerja, fasilitas, dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat.

“Kita sudah punya beberapa playground di kelurahan yang bisa bikin layanan perpustakaan lebih dekat ke masyarakat. Ini penting banget buat naikin literasi,” kata Sri Puji.

Dia juga menekankan betapa pentingnya membuat layanan perpustakaan lebih inklusif, baik yang manual maupun digital, untuk memenuhi kebutuhan warga, khususnya di daerah-daerah seperti Makroman dan wilayah pertanian.

Sayangnya, berbagai program peningkatan literasi masih terhambat oleh masalah anggaran dan keuangan daerah. Sri Puji bilang, Samarinda butuh lebih banyak pustakawan dan arsiparis, tapi ada kendala karena moratorium pegawai.

“Dispursip sudah coba koordinasi dengan Kementerian PANRB dan dapat rekomendasi buat siapkan sekitar 28 pustakawan atau arsiparis,” tambahnya.

Sri Puji juga menyoroti pentingnya mobil perpustakaan keliling buat menjangkau daerah-daerah terpencil seperti Makroman, Berambai, dan Bukuan.

“Selain mobilnya, kita juga perlu pikirin anggaran buat bahan bakarnya. Ini penting supaya layanan literasi bisa menjangkau seluruh Samarinda,” jelasnya.

Dia juga mengusulkan agar dibangun depo arsip buat nyimpan arsip digital dan fisik, yang sudah diusulkan selama tiga tahun terakhir tapi belum terwujud.

Di sisi lain, Sri Puji melihat bahwa beberapa playground di Samarinda masih kurang terurus, dengan rumput yang tinggi dan sampah berserakan.

“Seharusnya di sana ada tempat cuci tangan, lampu, dan keamanan. Tapi, pengelolaan playground ini masih belum jelas, apakah tanggung jawab kelurahan, kecamatan, dinas pertamanan, atau Perkim,” katanya.

Tentang kunjungan ke perpustakaan, Sri Puji mengungkapkan ada peningkatan yang signifikan dengan sekitar 50 ribu judul buku yang tersedia. Namun, masih ada keluhan soal buku digital karena biayanya yang tinggi.

“Tempatnya sudah nyaman dan bersih, tapi sebagian besar pengunjung masih dari sekitar kota,” pungkasnya.

(Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved