DPRD Samarinda Ingatkan Dishub Selalu Perhatikan Retail dan Titik Rawan Jukir Liar

Terbit: 22 Juli 2024

DPRD Samarinda
Laila Fatihah, anggota Komisi II DPRD Samarinda. (Nng/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Mulai 1 Agustus, semua pengunjung Taman Samarendah harus parkir di Museum Samarinda. Dishub Samarinda bilang, mulai tanggal itu, Taman Samarendah bakal jadi zona bebas parkir.

Ini langkah buat mengatasi masalah jukir liar yang sering banget ngajak pengunjung parkir di sekitar bundaran Taman Samarendah, meski ada rambu larangan parkir yang jelas.

Laila Fatihah, anggota Komisi II DPRD Samarinda, mendukung kebijakan ini. Menurutnya, langkah ini bakal ngilangin masalah parkir yang selama ini bikin bingung di Taman Samarendah.

“Jadi nggak ada yang di anak tirikan. Selama ini kan ada rambu jam operasional, jam segini boleh, jam segini nggak boleh. Artinya memang harus ada tempat parkir, kalau nggak ya bakal ada jukir liar. Jadi saya setuju kalau parkirnya dipindah ke Museum untuk pengunjung Taman Samarendah,” kata Laila.

Tapi, Laila juga punya catatan penting soal kawasan retail di Samarinda. Dia bilang ada jukir liar di sekitar retail yang sering dibiarkan, karena adanya preman setempat.

“Ini juga harus diperhatiin oleh Dishub. Soalnya retail kan udah bayar retribusi ke Bapenda. Kalau masih dipungut lagi, itu namanya dobel. Dishub harus perhatiin semua, jangan cuma mal-mal besar, tapi retail juga harus dipantau,” tambahnya.

Sebelumnya, Dishub udah ngimbau masyarakat untuk menolak pungutan dari jukir liar. Tapi menurut Laila, nyuruh masyarakat lawan preman itu nggak realistis.

Sebagai solusi, Laila saranin Dishub buat aktif memantau dan menindak titik-titik rawan jukir liar, biar PAD dari sektor parkir di Samarinda bisa maksimal.

“Dishub harus sering-sering cek lapangan. Misalnya ada titik yang sering jadi masalah, ya pantau aja terus. Orang bakal mikir-mikir kalau lihat petugas. Sama kayak di Tepian, kalau Satpol PP nongkrong, nggak bakal ada yang jualan,” tutupnya.

(Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved