Prolog.co.id, Samarinda – Komentar pedas diberikan kepada Pemkot Samarinda atas kinerjanya dalam menangani kegiatan pertambangan batu bara di Samarinda. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menilai bahwa Pemkot Samarinda masih sering maju-mundur dalam menghentikan pertambangan di Samarinda.
“Jadi enggak heran, kalau sampai sekarang kegiatan pertambangan ini masih banyak,” ujarnya.
Padahal, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa aktifitas pertambangan batu bara di Samarinda telah berhasil mengakibatkan kerusakan lingkungan yang masif. Apalagi pertambangan yang dilakukan tanpa mengantongi izin dari pihak-pihak terkait.
Ia menegaskan, kegiatan penambangan tak berizin sudah jelas memberikan, kerugian bagi negara, daerah dan khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Karena biasanya aktifitas pertambangan tanpa izin, akan berlangsung tanpa memperhatikan kondisi lingkungan, dan potensi bahaya yang bisa terjadi.
“Kan sudah bisa dirasakan. Mulai dari banjir, tanah longsor, atau bencana-bencana lain. Karena air sudah tidak lagi terserap, kawasa resapannya habis dikeruk,” tegasnya.
Sementara itu, di sisi lain Pemkot Samarinda mendeklarasikan diri untuk menjadi daerah bebas tambang di tahun 2026 mendatang. Angkasa pun mempertanyakan target tersebut. Menurutnya, mengapa pemerintah harus menunggu tiga tahun lagi.
“Kenapa tidak sebelum itu, kenapa tidak secepatnya. Besok pun bisa, tinggal keluarkan kebijakan yang tegas,” pungkasnya. (Att/Adv/DprdSamarinda)
Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News


