Laila Fatihah Minta Pemkot Sinkronkan Masa Jabatan dengan Perencanaan Proyek Revitalisasi

Terbit: 9 Juli 2024

Laila Fatihah
Laila Fatihah, anggota Komisi II DPRD Samarinda, mengkritisi sejumlah masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Samarinda terkait proyek revitalisasi Pasar Pagi. (Ist)

Prolog.co.id, Samarinda – Laila Fatihah, anggota Komisi II DPRD Samarinda, mengkritisi sejumlah masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kota Samarinda terkait proyek revitalisasi Pasar Pagi. Ia menilai bahwa permasalahan ini muncul akibat kurangnya perencanaan yang komprehensif.

Salah satu isu utama yang dihadapi adalah perpanjangan durasi proyek, yang terjadi karena keberatan dari pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM). Laila mencatat bahwa penyesuaian desain sebagai tanggapan terhadap permintaan dari pemilik SHM tersebut memperlambat kemajuan proyek secara signifikan.

“Penyesuaian desain yang diminta oleh pemilik SHM telah menyebabkan keterlambatan yang berarti dalam pelaksanaan proyek,” ungkap Laila Fatihah pada Selasa 9 Juli 2024.

Selain itu, Laila menekankan pentingnya penyesuaian antara masa jabatan wali kota dengan perencanaan proyek besar.

Ia mengungkapkan bahwa kegagalan dalam menyelesaikan banyak proyek besar tepat waktu menunjukkan perlunya perencanaan yang lebih matang sejak awal.

“Masa jabatan wali kota seharusnya disesuaikan dengan rencana proyek besar ini, agar semua inisiatif dapat diselesaikan dengan efisien dan tepat waktu,” jelasnya.

Ke depannya, Laila berharap agar perencanaan proyek besar seperti revitalisasi Pasar Pagi dapat dilakukan dengan lebih hati-hati dan terkoordinasi.

Sehingga hambatan yang ada saat ini dapat diatasi dan proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

(Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved