Langkah Taktis Pemkot Samarinda Menghadapi Kelangkaan Minyakita

Terbit: 23 Februari 2023

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyikapi persoalan minyakita
Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Prolog.co.id, Samarinda – Ketersedian minyak goreng di pasaran menjadi permasalah yang kembali muncul menjelang bulan Ramadhan 2023. Alhasil, harga minyak goreng termasuk merek Minyakita di Kota Tepian kini kian meroket.

Melambungnya harga minyak goreng ini pun turut terjadi pada merek Minyakita yang merupakan minyak goreng kemasan rakyat. Harga minyak goreng yang merek dagangnya dimiliki Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini diketahui melambung di level Rp 16.000. Padahal harga acuannya di pasaran seharusnya berada di bawah Harga Ecer Tertinggi. Senilai Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Kenaikan harga ini dipicu oleh terhambatnya distribusi Minyakita. Alhasil harganya meroket seiring permintaan yang terus meningkat.

Permasalahan harga minyak goreng murah yang dirilis Kemendag medio 2022 ini pun mendarat di telinga Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Menanggapi permasalahan ini, langkah taktis segera dipersiapkan. Sebab, angka inflasi bisa saja meningkat akibat permasalahan bahan pokok ini. Terlebih menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, ketika konsumsi masyarakat kian meningkat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, jika Pemkot Samarinda telah memikirkan cara untuk mengatasi permasalahan minyak goreng merek Minyakita di pasaran. Pemkot Samarinda berencana melakukan pengendalian harga melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PT Varia Niaga. Dimana, PT Varia Niaga akan ditugaskan untuk mendistribusikan Minyakita dengan harga sesuai harga acuan atau mengukuti HET.

“Izin operasi (distribusi) kita sudah ada. Tapi ada regulasi dari pusat bahwa kita tidak bisa mengedarkan dalam bentuk packaging jika belum memperoleh sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia),” kata pria yang akrab disapa AH ini.

Upaya PT Varia Niaga untuk memperoleh label SNI sebagai standarisasi kemasan, lanjut AH, kini sedang berproses. Ditargetkan, bisa segera tercapai sebelum memasuki bulan Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 23 Maret 2023.

“Mudah-mudahan minggu ini selesai. Ini tinggal menghitung hari lagi standarisasi SNI kita akan turun. Dan, Perumda kita, PT Varia Niaga sudah memiliki hak (legalitas) untuk melakukan penjualan, operasi pasar, termasuk packging nantinya yang saat ini sedang berproses,” terangnya.

AH tururt membeberkan, jika Pemkot Samarinda melalaui PT Varia Niaga telah menjalin kerjasama dengan produsen minyak goreng. Hal ini sebagai langkah dalam menambah stok minyak goreng di Kota Tepian dan cara menekan lonjakan harga yang terjadi.

“Saya sudah perintahkan Dirut PT Varia Niaga untuk mendeposito ke produsen minyak goreng. Ada dua tempat dan tidak usah saya sebutkan saja Namanya ya. Mudah-mudahan ini menambah stok kita dan bisa berkontribusi untuk menekan inflasi dan pertumbuhan ekonomi kita. Rencanaya berapa banyaknya akan kami sampaikan nanti pada waktunya. Tapi, insyaallah dalam distribusinya kita akan perhatikan mapping kebutuhan dan stok di Samaarinda,” bebernya.

Tidak menutup kemungkinan, jika nantinya Penkot Samarinda juga melakukan operasi pasar minyak goreng murah. Serupa dengan operasi pasar beras murah yang dilakukan sejak sepekan lalu. Jika pun diberlakukan operasi pasar, skema yang dijalankan juga tak akan berubah. “Jika nanti ada operasi pasar minyak goreng murah, maka nanti berlakunya seperti operasi pasar beras. Masyarakat yang suduah mendapatkan (beras murah) bisa kembali dapat (minyak murah) karena beda produknya,” tukasnya.
(Redaksi Prolog)

Ikuti berita prolog.co.id lainnya di Google News

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved