Marak Konten Negatif di Media Sosial, DPRD Samarinda Minta Perketat Pengawasan dan Peran Orang Tua

Terbit: 8 Mei 2024

Konten Negatif
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.(Nng/Prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, prihatin dengan maraknya konten negatif di media sosial yang berdampak buruk pada anak-anak.

“Upaya pemblokiran telah dilakukan, namun konten negatif masih mudah diakses dan berakibat negatif, seperti kasus bullying,” ujar Puji.

Puji menyoroti platform seperti TikTok yang menurutnya kurang edukatif dan berpotensi merusak budaya.

“Banyak konten di platform ini yang bertentangan dengan nilai-nilai ketimuran dan mengarah ke budaya Barat,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, politisi Partai Demokrat ini mendesak pemerintah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan media sosial.

“Platform yang terbukti konsisten menyebarkan konten negatif harus ditindak tegas, bahkan ditutup jika perlu,” tegasnya.

Puji juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam bermedia sosial.

“Orang tua harus menjadi contoh bagi anak-anak dengan memilih konten yang edukatif dan positif,” pungkasnya. (Nng/Adv/DPRD Samarinda)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved