SKOI Kaltim: Harapan Baru di Tengah Tantangan Pengelolaan

Terbit: 19 November 2024

SKOI Kaltim
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading. (Dok prolog.co.id)

Prolog.co.id, Samarinda – Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim menjadi sorotan. Lembaga yang didirikan pada 2011 dengan harapan menjadi pusat lahirnya atlet berprestasi kini menghadapi tantangan besar. Penurunan performa dan pengelolaan menjadi perhatian serius Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.

Menurut Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, revitalisasi SKOI akan menjadi prioritas utama.

“Kita akan rapat bersama yang dikoordinir oleh bidang kesejahteraan rakyat (Kesra) untuk mencari solusi. Harapannya, SKOI dapat kembali seperti visi awal yang dicetuskan oleh mantan Gubernur Awang Faroek Ishak sebagai basis prestasi olahraga daerah,” ujar Rasman.

Perubahan regulasi yang diatur melalui Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 menjadi salah satu tantangan. Kewenangan pengelolaan SKOI berpindah dari Dispora ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Hal ini memunculkan berbagai hambatan, termasuk kesenjangan antara teori dan praktik pelatihan atlet. Rasman menambahkan bahwa minimnya uji tanding di luar provinsi maupun luar negeri juga menjadi faktor penyebab stagnasi.

“Kemungkinan ada kejenuhan di kalangan pelatih atau ketidakseimbangan antara teori dan praktik. Kurangnya try out di luar daerah juga menjadi perhatian. Namun, ini milik kita bersama, jadi solusinya harus dicari bersama, bukan hanya mencari siapa yang salah,” tegas Rasman. Ia optimistis dengan sinergi antara pemerintah provinsi, Disdikbud, pelatih, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), SKOI dapat kembali ke jalur prestasi.

SKOI Kaltim sebelumnya telah melahirkan atlet berprestasi nasional dan internasional. Salah satu yang paling dikenal adalah Iqbal Chandra Pratama, pesilat peraih medali Asian Games 2018. Menurut Rasman, keberhasilan Iqbal dan atlet lainnya adalah bukti bahwa potensi SKOI masih ada.

“Saat ini ada persepsi SKOI menurun, tetapi kita harus fokus pada solusi agar bisa bangkit lagi,” imbuhnya.

(Nng/Adv/DisporaKaltim)

Ikuti berita Prolog.co.id lainnya di Google News

Editor:

Redaksi Prolog

Bagikan:

Berita Terbaru
prolog

Copyright © 2024 Prolog.co.id, All Rights Reserved