
Potensi Sport Tourism di Berau
Prolog.co.id, Samarinda – Sport tourism atau wisata olahraga berpotensi besar dikembangkan di Kaltim. Upaya ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan atau promosi wisata di suatu negara

Prolog.co.id, Samarinda – Sport tourism atau wisata olahraga berpotensi besar dikembangkan di Kaltim. Upaya ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan atau promosi wisata di suatu negara

Prolog.co.id, Samarinda – Upaya meningkatkan fasilitas olahraga di Kaltim mendapat angin segar. Pemprov Kaltim bersedia untuk membantu pendanaan terkait hal tersebut. Namun, ada beberapa hal

Prolog.co.id, Samarinda – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berharap, pembinaan atlet di Bumi Mulawarman terus berkelanjutan. Terlebih, dengan hadirnya Desain Besar Olahraga Nasional

Prolog.co.id, Samarinda – Fasilitas untuk atlet difabel diharapkan jadi perhatian Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Menurut Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kaltim, Suharyanto fasilitas

Prolog.co.id, Samarinda – Berbagai program dilaksanakan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim. Salah satunya pendampingan atlet usia dini. Organisasi yang bergerak di bidang olahraga memang

Prolog.co.id, Samarinda – Idealnya, anak perempuan usia 9-14 tahun dianjurkan untuk diberikan vaksin HPV alias human papillomavirus vaccine (HPV). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim,

Prolog.co.id, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Agiel Suwarno meminta Pemprov Kaltim untuk memprioritaskan pengembangan perkebunan rakyat. Dia menilai, hal tersebut sangat penting untuk

Prolog.co.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Baharuddin Muin minta Pemprov Kaltim untuk lebih memahami situasi dan kondisi terkait perkembangan ekonomi di Kaltim.

Prolog.co.id, Samarinda – Komisi II DPRD Kaltim menyoroti kegiatan pengelolaan dan manajerial di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie (RSUD AWS) Samarinda. Ketua Komisi II DPRD

Prolog.co.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Seno Aji menegaskan bahwa jangan sampai penyedia jasa konstruksi asal Kaltim justru dinomorduakan dalam proses pembangunan Ibu Kota